Lokasi Pulau Tidung, Sejarah, dan Demografi
lokasi pulau tidung

Pulau Tidung bukanlah spot wisata baru di Indonesia. Diperkirakan, sekitar tahun 2007 wisatawan mulai berdatangan ke pulau ini. Terutama wisatawan lokal yang berasal dari Jakarta, Tangerang, Bandung, dan Bogor. Seiring berjalan waktu, jumlah wisatawan yang datang terus meningkat sehingga pada tahun 2009 Pemerintah menetapkan Pulau Tidung sebagai tempat wisata berbasis internal. Sejak itu, nama Pulau Tidung semakin dikenal masyarakat luas. Setiap bulan lebih kurang 3000 wisatawan berkunjung ke sini. Bahkan, di tahun 2011 Pemerintah sempat pula menobatkan Pulau Tidung sebagai destinasi wisata yang berhasil menyaingi objek-objek wisata besar seperti Taman Mini Indonesia Indah, Ancol, dan Ragunan.

Lokasi Pulau Tidung, Sejarah, dan Demografi

Pulau Tidung termasuk ke dalam wilayah Kepulauan Seribu. Secara administratif berada dalam wilayah kelurahan Pulau Tidung, kecamatan Kepulauan Seibu Selatan, Kabupaten administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. Singkatnya, Pulau Tidung masih menjadi bagian dari kota Jakarta. Hanya saja letaknya di seberang lautan.

Di antara gugusan pulau-pulau di Kepulauan Seribu, Pulau Tidung termasuk yang terbesar. Terbentang dari arah timur ke barat dan tebelah dua. Masing-masing dinamakan Tidung Besar dan Tidung Kecil. Tidung Besar memiliki luas wilayah sekitar 54 hektar, sedangkan Tidung Kecil 18 hektar. Oleh pemerintah, kedua pulau ini dihubungkan oleh sebuah jembatan khusus yang diberi nama Jembatan Cinta.

Berbicara soal Pulau Tidung, tak arif rasanya jika tak mengulas mengenai sejarahnya. Jauh sebelum Pulau Tidung dikenal sebagai suatu objek wisata pulau dan bahari, pulau ini telah dihuni oleh penduduk. Tepatnya, sejak tahun 1800 silam Pulau Tidung menjadi tempat pengasingan orang-orang Pribumi yang membangkan kepada Belanda.

Nama Tidung sendiri diambil dari nama suku di Kalimantan.Kebetulan dahulu ada seorang raja dari suku Tidung, Kalimantan, yang ikut diasingkan ke pulau ini karena memberontak pada pemerintah Belanda. Di akhir usianya, penduduk setempat berinisiatif menamakan pulau ini dengan nama suku beliau yakni Tidung.

Sampai sekarang, populasi penduduk Pulau Tidung terus bertambah. Setidaknya saat ini ada 5.000 jiwa tinggal di pulau ini dari berbagai latar belakang suku seperti Bugis, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Mandar, Sumbawa, Sumatera, Banten, dan Betawi. Sebagian besar dari mereka bermata pencaharian sebagai nelayan.

Comments

Leave a Reply